img 20251221 wa0018

Perkuat Kualitas Olahraga, AFI Jakarta Gelar Penataran Wasit hingga Manajemen Pertandingan

JAKARTA – Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) DKI Jakarta sukses menyelenggarakan rangkaian penataran bagi wasit, pelatih, dan manajemen pertandingan selama tiga hari. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar seratus peserta dari wilayah Jabodetabek ini bertujuan untuk memperkuat fondasi olahraga floorball di Indonesia, khususnya dalam menjaring bibit atlet berprestasi.

Rangkaian pelatihan dilakukan secara variatif, dimulai dengan seremoni pembukaan melalui platform Zoom Meeting. Pada hari kedua, peserta mendapatkan pendalaman teori di Kampus 1 Universitas Islam As Syafiiyah (UIA), sebelum akhirnya menjalani praktik lapangan di GOR TS Futsal Jakarta pada hari ketiga.

Mencetak SDM Andal Menuju PON 22
Ketua Umum AFI Jakarta, DR. Misbah Fikrianto, MM., M.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rencana strategis untuk melahirkan atlet berbakat yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

“Floorball terus berkembang pesat di tanah air. Setelah sukses menjadi cabang eksebisi di PON 21 Aceh-Sumut, kami berharap floorball sudah dapat dipertandingkan secara penuh pada PON 22 di NTT mendatang,” ujar Misbah yang juga menjabat sebagai Dekan FKIP UIA tersebut.

Menurutnya, ketersediaan wasit, pelatih, dan manajer pertandingan yang kompeten sangat krusial untuk memastikan turnamen berjalan berkesinambungan dan terarah. Terlebih, agenda besar telah menanti, termasuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada awal tahun 2026 serta upaya mendorong floorball agar bisa masuk dalam ajang olahraga disabilitas (para-olimpiade).

Fokus pada Manajemen dan Integritas
Antusiasme peserta terlihat menonjol pada sesi teori di Kampus UIA. Sekretaris Jenderal AFI Jakarta, Julfikar, M.Pd.Or., memaparkan materi mengenai manajemen event yang sukses. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah turnamen sangat bergantung pada kompetensi orang-orang di dalam organisasi.

“Tidak bisa sembarang dalam menempatkan orang di posisi tertentu. Dibutuhkan keahlian dan pemahaman organisasi yang kuat agar komplain di lapangan bisa teratasi dan evaluasi pasca-turnamen berjalan efektif,” tegas pria yang akrab disapa Bang Jul tersebut.

Di sisi lain, pelatih nasional Kelik Wibawa membagikan pengalamannya membawa tim Indonesia di kancah internasional. Selain teknik dasar, Kelik menyoroti pentingnya karakter atlet.

“Dalam memilih atlet untuk level internasional, attitude (sikap) menjadi indikator utama selain skill. Ini sangat penting untuk menjaga kesolidan tim,” ungkap Kelik. Ia optimistis Indonesia bisa menjadi salah satu kekuatan floorball dunia mengingat persebaran bibit atlet yang mulai merata, meskipun saat ini dominasi masih dipegang oleh tim-tim dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.

Melalui penataran ini, AFI Jakarta berharap para tenaga pendidik dan penggiat klub floorball di Jabodetabek dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk membina atlet dengan standar profesionalitas yang tinggi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *